Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Template

Powered by Blogger


♥ Welcome to website d'St@rless ♥

2009-06-03

Tips Guitar

1. Cara menstem/menyetem/menyetel senar gitar - Teknik Dasar bermain gitar 1


Putar tuner(penala) senar gitar perlahan, petiklah beberapa kali(dengan tangan satunya), bandingkan dengan senar lain hingga sama nadanya, dengan ketentuan seperti berikut:
1.Nada Senar no 1(E) los senar = Nada senar no 2(B) fret ke 5 (petik senar kedua dengan jari tangan satunya menekan senar no 2 pada fret ke 5)

2.Nada Senar no 2(B) los senar = Nada senar no 3 fret ke 4 (petik senar ketiga dengan jari tangan satunya menekan senar no 3 pada fret ke 4)

3.Nada Senar no 3(G) los senar = Nada senar no 4 fret ke 5 (petik senar keempat dengan jari tangan satunya menekan senar no 4 pada fret ke 5)

4.Nada Senar no 4(D) los senar = Nada senar no 5 fret ke 5 (petik senar kelima dengan jari tangan satunya menekan senar no 5 pada fret ke 5)

5.Nada Senar no 5(A) los senar = Nada senar no 6 fret ke 5 (petik senar keenam dengan jari tangan satunya menekan senar no 6 pada fret ke 5)

Los senar adalah senar gitar hanya dipetik saja, tanpa jari kita menekan pada fretboard Untuk aturan frekuensi nada musik baik vokal maupun instrument musik sebenarnya sudah mengikuti standar yang berlaku secara internasional Adapun nada yang dijadikan standar internasional adalah nada A dengan frekuensi 440Hz(hertz), sehingga alat musik modern(tradisional seperti gamelan misalnya tidak mengikuti standar tsb) dimanapun di dunia akan mengikuti standar tersebut. Nah pertanyaannya adalah: bagaimana kita tahu kalo nada A pada gitar ketika sudah kita stem = 440Hz? . Kita perlu menggunakan alat ukur nada yang standar, yaitu:

1.bisa menggunakan sebuah garpu tala (bisa dibeli di toko musik), cara memakainya cukup pukulkan garpu tala ke obyek tertentu(meja misalnya) maka akan berbunyi sesuai dengan nada tertentu, tiap garpu tala punya nada tertentu, biasanya C atau A(bawaan pabrik)

2.dengan menggunakan digital guitar tuner (bisa dibeli di toko musik juga), cara memakainya, biasanya ada semacam buku panduan yang disertakan ketika kita membelinya.

3.menggunakan alat musik lain sebagai perbandingan, bisa dengan piano/keyboard misalnya. Sebagai contoh, misalnya dengan piano, bisa dibaca pada http://budisapt.blogspot.com/2008/12/menstem-gitar-dengan-cara-membandingkan.html

4.dengan software musik di komputer, seperti guitarpro yang sudah menyertakan digital guitar tuner didalamnya

5.beberapa efek gitar elektrik juga sudah menyertakan digital guitar tuner didalamnyaBila terdengar masih fals/sumbang baca pada http://budisapt.blogspot.com/2009/01/mengapa-suara-menjadi-fals-mengapa.html disitu ada penjelasan agak teknis mengapa suara menjadi fals.








Pada dasarnya efek gitar dibagi menjadi dua macam:
analog/stomp box: efek manual yang biasanya terdiri dari beberapa efek dirangkai secara paralel. Terdiri dari overdrive, chorus, metal zone, flanger, wah pedal, equalizer, acoustic simulator, super octave+custom pedal lainnya.
digital/multieffect: efek yang sudah built in menjadi satu tone bank-nya. jadi efek-efeknya tinggal milih saja. Tidak usah merangkai satu-satu lagi.
Untuk efek gitar, hal-hal yang musti diperhatikan adalah:
harga: bandingkan dulu harganya, biasanya lebih mahal dari digital
kualitas suara: sangat penting, karena factor yang menentukan sekali dalam membentuk nada
jumlah tone (tone bank): semakin lebih banyak, semakin variatif
kapasitas catu daya: baterai/adaptor: hemat daya atau tidak, ketika sering dipakai bepergian
mobilitas: cari yang ringan, mudah dibawa kemana-mana
konektivitas: konektivitas dengan peralatan lain, komputer misalnya
Berikut ini adalah tabel perbandingan antara efek analog dengan digital


Acuan=>Analog/stompbox
=>Digital/multi effect
Harga=>Lebih mahal, karena mau tidak mau, harus membeli lebih dari satu efek untukmenghasilkan suara lebih dari satu, padahal harga tiap efeknya sudah mahal
=>Lebih murah, karena untuk mendapatkan banyak suara, kita hanya perlu membeli satu efek saja
Kualitas suara =>Lebih baik, karena kita bisa mengatur kekuatan efeknya secara manual
=>Kualitas suara standar
Jumlah tone=>Lebih sedikit
=>Lebih banyak
Catudaya=>Boros baterai, karena tiap-tiap efek yang dirangkai perlu
catu daya sendiri. Jika memakai adaptor harus disesuaikan lagi kapasitas
adaptornya, sesuai dengan jumlah efek yang dirangkai
=>Jumlah baterai tidak banyak (paling cuman dua).Jikaperlu adaptor,hanya perlu satu saja
Mobilitas=>Tidak enak dibawa kemana-mana, lebih berat, kecuali hanya
membeli satu efek saja(tidak dirangkai) :)
=>Mudah dibawa kemana-mana
Konektivitas=>Lebih susah, hanya bisa diparalel dengan efek lain, dan juga cuman nyambung dengan gitar atau ampli
=>Mudah dihubungkan dengan peralatan lain. Komputer apalagi, beberapa merk menyediakan koneksi dengan usb, suara bisa ditransfer ke computer dengan bentuk file suara seperti file midi, mp3 dan sejenisnya

Dari keterangan diatas terbaca jika efek digital lebih disarankan. Dan pada kenyataannya saya lebih memilih efek digital daripada analog. Sebagai cerita tambahan, saya membeli efek gitar(fotonya ada di atas kanan itu) ternyata lebih hemat sampai Rp. 400.000 :) Ini benar-benar saya alami sendiri, padahal baru lho… he he he










Oke, kalo kamu memilih gitar perhatikan hal-hal berikut ini, aku tidak menyarankan merk tertentu (dikira iklan dunk, he he he)
Gitar elektrik/listrik:

1.warna: tinggal pilih aja sesuai selera kamu, yang jelas catnya harus bagus, tidak mudah mengelupas atau kena gores

2.bentuk: tinggal pilih, standar, sirip, atau bentuk lain, cocokkan dengan seleramu

3.fret: jumlah fret disesuaikan saja, bisa 21,24 atau ditambah lagi seperti punya brian may, he he he. Tinggal nada tertinggi yang ingin dijangkau saja. Cobalah nada tiap fret dengan memetik gitar, jangan sampai keliru, biasanya ada gitar yang jelek, sehingga ada 2 fret menghasilkan satu nada, atau nadanya sumbang(fals)

4.senar: untuk gitar elektrik senarnya adalah steel string, bukan dari nylon. Pilih yang kuat,tidak mudah putus, lentur kalo bisa jangan sampai bikin jari sakit, atau mudah lepas selubung senarnya(biasanya pada senar E besar/senar no 6 dan senar A/senar no 5)

5.bahan: pilih kayu mahoni, jati(teak), yang cukup kuat, biasanya yang berat adalah yang baik, tapi kalo terlalu berat juga ga asyik juga kalo naik panggung.

6.neck: pilih gitar yang neck-nya kuat dan lurus agar tidak mudah patah atau bengkok. Biasanya didalam neck gitar ada plat logam untuk kekuatan necknya.

7.pickups: gunakan pickup yang suaranya keras,jernih, tidak mudah pecah ketika digeber dalam volume maksimal , pengaturan volume dan tone-nya bagus, tidak mudah kemresek(kemresek jika diinginkan saja) sehingga merusak nada.

8.pemutar senar(tuning machines) dan headstock: untuk pemutar senar gunakan yang tahan karat. Head bisa menghadap ke atas atau kebawah dan juga bisa sama-sama(3 senar menghadap atas, 3 senar menghadap bawah, tinggal bentuknya). Perhatikan posisi senarnya pada head: carilah posisi untuk senar E tinggi(senar no 1) apakah yang terjauh atau tidak diukur dari bridgenya, carilah yang terdekat saja karena senar E tinggi mudah putus (he he he tapi biasanya headnya menghadap ke atas)

9.saklar: pilih yang didepan saja, enak ngaturnya. Biasanya kadang pentolan saklarnya ada yang gampang lepas, cari yang kuat. Perpindahan suara, hidup mati(on-off) yang diatur lewat saklarnya juga jelas.

10.jack: untuk jack kabel ke ampli lebih asyik kalo di pinggir saja daripada didepan, karena kalo didepan menghalangi tangan untuk bebas bergerak mengatur handle bridge



4.Gitar akustik


1.warna: tinggal pilih aja sesuai selera kamu, yang jelas catnya harus bagus, tidak mudah mengelupas atau kena gores.

2.bentuk: cocokkan dengan seleramu

3.fret: biasanya 18 untuk yang nylon, atau bisa lebih untuk yang steel guitar. Cobalah nada tiap fret dengan memetik gitar, jangan sampai keliru, biasanya ada gitar yang jelek, sehingga ada 2 fret menghasilkan satu nada, atau nadanya sumbang(fals)

4.senar: bisa nylon atau steel. pilih yang lentur, untuk nylon biasanya lebih awet daripada yang steel, lentur.
bahan: pilih yang kuat, kalo gitar akustik biasanya terbuat dari kayu lapis untuk body pilih yang tebal, dan daya akustiknya bagus, sehingga suara/nada yang dihasilkan bisa maksimal jernih

5.neck: hampir sama dengan gitar elektrik, pilih gitar yang neck-nya kuat dan lurus agar tidak mudah patah atau bengkok. Kalo yang bagus untuk gitar akustik beberapa pabrik biasanya menambahkan plat logam juga, tapi jarang.

5.pickups: bersifat opsional untuk gitar akustik, boleh ditambahkan, kalo mau ditambahkan, carilah seperti untuk yang guitar elektrik.

6.pemutar senar dan head(headstock): untuk pemutar senar gunakan yang tahan karat. Head bisa menghadap ke atas atau kebawah dan juga bisa sama-sama(3 senar menghadap atas, 3 senar menghadap bawah, tinggal bentuknya).Sementara cukup itu dulu tips-nya semoga bermanfaat, nanti kalo kurang, bisa kontak aku, he he he. Untuk mengenali bagian-bagian gitar secara lebih detil, baca tulisan saya di http://budisapt.blogspot.com/2008/11/mengenal-bagian-bagian-gitar.html